Profil Cak Alief di Majalah INTAI

Comments Off

Ini adalah profil cak alief dalam rubrik ku_INTAI di majalah INTAI, majalah berbahasa Indonesia di Taiwan. Awalnya saya dikontak oleh Canggih (mhs S2 di NCU, kontributor majalah INTAI), dia meminta kesediaan saya untuk dimuat dalam rubrik KU-INTAI ini. Kemudian proses selanjutnya saya ngirim beberapa foto dan ada jg foto yg dia ambil sendiri saat kami ketemu di KDEI. Dari obrolan lewat YM dan FB kemudian disusunlah jadwal kegiatan sehari-hariku. Dan yang muncul di majalah ini jelas berlebihan banget… ) Diriku gak serutin dan sesibuk jadwal itu. Mungkin itu hanya terjadi sehari dalam setahun, hehehe… Btw, silahkan membaca jika berminat )

Alief Wikarta di rubrik Ku-INTAI, Majalah INTAI edisi Desember 2011.


Satu Bulan Terakhir

Comments Off

Usia kepengurusan PPI Taiwan periode ini tinggal sebulan lagi, tapi namanya pekerjaan tidak kunjung habis juga ternyata. Malah sepertinya semakin banyak aja, hehehe… Daripada daftar pekerjaan-pekerjaan itu bergelantungan liar dan tidak teratur di pikiran, lebih baik saya tulis aja di CAKEP (Catatan Ketua PPI) ini.

Pekerjaan yang paling utama tentu saja persiapan Sidang Istimewa Bamus (SIB) PPI Taiwan yang akan dilaksanakan di Asia University. Teman-teman di AU telah siap menjadi tuan rumah dan mereka masih harus bekerja keras dan cepat untuk mengejar waktu dalam sebulan ini. Proposal kegiatan, susunan panitia, surat undangan, peminjaman ruangan, pesan konsumsi, ngatur acara, pencarian dana, dan live streaming adalah beberapa pekerjaan di depan mata yang harus dikerjakan. Belum lagi hal-hal teknis lainnya, semangat ya teman-teman di AU.

Sementara itu untuk acara utama dari SIB sendiri, yakni menerima LPJ, penetapan anggota BAMUS, dan pemilihan ketua PPI akan disiapkan oleh BAMUS. Dengan koordinasi melalui online, mereka harus kerja estafet menyelesaikan mekanisme-mekanisme njelimet untuk berjalannya kepengurusan satu tahun ke depan. Belum lagi kalo misalnya ada pihak yang dengan teganya berniat memaksakan kepentingan pribadi atau segelintir orang. Wah bisa menegangkan itu kerja teman-teman di BAMUS. Semoga aja kekhawatiran saya tidak akan terbukti. Selamat bekerja untuk anggota BAMUS.

Oh iya, masih terkait dengan tugas BAMUS ini, yang merupakan lembaga legislatifnya PPI Taiwan. Teman-teman semua bisa menyalurkan aspirasinya kepada anggota BAMUS di masing-masing universitas. Terutama aspirasi untuk program kerja dan kegiatan PPI satu tahun ke depan. Tentu boleh juga menyampaikan aspirasi berupa evaluasi dari kegiatan PPI satu tahun terakhir. Kalo misal di universitas teman-teman belum ada anggota BAMUS, silahkan beritahu saya ya. Ntar kami akan kirimkan surat permohonan anggota BAMUS ke email teman-teman. Setiap Universitas di Taiwan yang ada mahasiswa Indonesianya berhak untuk menempatkan wakilnya dalam BAMUS.

Di internal pengurus sendiri saat ini seharusnya mulai sibuk ngetik-ngetik Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ). Tiap pengurus perlu mengingat-ingat kembali apa saja yang telah dikerjakan dalam satu tahun ini, kemudian bagaimana pelaporannya, apa evaluasinya, dan bagaimana sebaiknya untuk tahun depan. Tentu jangan lupa pula laporan keuangannya yang transparan, jika ada uang yang keluar masuk dalam kegiatan-kegiatan yang dilakukan. LPJ ini juga berlaku untuk teman-teman di Badan Otonom, yakni Badan Pelaksana Universitas Terbuka dan Tim Produksi Lentera Ide. Meskipun masa kepengurusan mereka tidak berakhir bersamaan dengan lengsernya pengurus. Tapi LPJ tetap harus mbuat, demi transparansi tentunya.

Bicara tentang Universitas Terbuka (UT) dan Lentera Ide (LI), kedua badan otonom ini bener-bener muanteb. Mereka masih terus bekerja. UT sedang sibuk dengan perkuliahannya yang berlangsung tiap hari Minggu hingga pertengahan November nanti. Kemudian disusul dengan pelaksanaan Ujian Akhir dan penandatanganan MoU. Sementara untuk LI sekarang sedang proses produksi episode 2. Setelah sukses dengan episode 1 dan Baruna-Baruna Formosa, publik sedang menunggu, gimana nih bentuk dari episode 2, siapa dan apa lagi yang akan ditampilkan, hehe….

Di samping persiapan SIB, LPJ, UT, dan LI, sebenarnya masih ada beberapa kegiatan yang sedang dikerjakan oleh pengurus PPI Taiwan. Yang barusan diumumkan di milis adalah Simposium Internasional di Washington, USA. Saat ini kita sedang mencari siapa yang bersedia berangkat ke Washington untuk mewakili PPI Taiwan dengan biaya yang ditanggung sendiri. Semoga aja ada yang mau, semakin banyak semakin bagus. Kegiatan yang lain dari pengurus adalah penyusunan panduan mendirikan PPI Universitas baru. Jadi kalo teman-teman merasakan jumlah mahasiswa Indonesia di universitasnya semakin banyak dan perlu didirikan PPI, maka panduan itu diharapkan bisa mempermudah niat baik teman-teman.

Dalam satu bulan terakhir ini PPI Taiwan juga masih harus menyelesaikan pekerjaan yang berhubungan dengan KDEI. Pekerjaan lama yang mudah-mudahan bisa selesai tepat waktu adalah kajian kebijakan perdagangan dan tenaga kerja. Dengan segala pasang surutnya, saya tetap optimis para pengkaji bisa menyelesaikan laporan kajiannya pada waktu yang tepat, jadi tidak berarti harus tepat waktu, hehehe….

Kemudian masih ada satu lagi pekerjaan yang sedang dibuat KDEI dan berhubungan penting dengan teman-teman mahasiswa. Masih ingat kan ya kepulangan mahasiswa Indonesia dari Mesir ataupun pendataan mahasiswa Indonesia pasca tsunami di Jepang kapan hari? Gimana seandainya mahasiswa Indonesia di Taiwan mengalami hal serupa? Untuk itu secara pro aktif KDEI sedang membuat sebuah sistem data base berupa Lapor Diri Online. PPI Taiwan dengan segala keterbatasannya sedikit memberikan input bagi terwujudnya database itu dan akan mensosialisasikannya ke teman-teman semua jika sistemnya sudah siap.

Kira-kira inilah daftar pekerjaan yang sedang melompat-lompat dari satu sel saraf ke sel saraf lain dalam otak saya, hehe… Untungnya saya cuman kebagian tugas memikirkan, mengamati, mengorganisir, memotivasi, memastikan, memutuskan, dan menjadi penanggung jawab dari bermacam pekerjaan itu. Saya tidak berani membayangkan jika saya yang harus melaksanakan dan menyelesaikannya. Ampun-ampun saya pasti akan menemui banyak hambatan dan kesulitan.

Sebagai seorang Kapten dari sebuah tim yang bernama PPI Taiwan, saya benar-benar beruntung dan mengucapkan syukur tiada tara ke hadapan Tuhan Yang Maha Kuasa. Beruntung karena atas rahmat dari Nya, saya diberikan sebuah kehormatan untuk bisa bekerjasama dengan para pengurus, bamus, dan teman-teman semua stakeholder utama PPI Taiwan yang begitu muanteb dan cuakep. Yang atas kerja keras dan keikhlasan mereka, PPI Taiwan yang baru berumur setahun ini, dengan segala keterbatasannya telah dan terus memberikan sedikit sumbangsih buat Ibu Pertiwi dan putera puterinya yang berada di Taiwan. Pada yang mana itu merupakan anugerah terindah dari Nya yang harus disyukuri oleh kita semua dengan sebaik-baiknya.

4 Oktober 2011, Salam muanteb.

————————————————————————

CAKEP adalah tulisan saya di website dan milis PPI Taiwan. CAKEP merupakan kepanjangan dari Catatan Ketua PPI. Dalam beberapa hari ke depan, CAKEP akan saya muat ulang di Blog Cak Alief. Selain sebagai arsip, juga untuk merefresh apa yang saya tulis dalam satu tahun terakhir.


Satu Kata: MERDEKA

Comments Off

Selepas sholat taraweh, di pendopo RT yang tak terlalu luas itu, saya bergabung dalam canda tawa pengurus RT. Mereka sedang asyik membicarakan persiapan peringatan kemerdekaan Republik Indonesia. Usia Ibu Pertiwi saat ini sudah 66 tahun ternyata. Beragam kegiatan mereka persiapkan, seperti nge-cat paving sepanjang gang, menghias pot bunga, masang bendera, umbul-umbul, serta banner untuk memperingati hari kemerdekaan Indonesia.

Pikiran saya kemudian melayang ke Taiwan, di sana kira-kira apa ya yang akan mahasiswa Indonesia berikan untuk 66 tahun kemerdekaan? Lewat tulisan ini, perkenankan saya berbagi cerita tentang dua “hadiah” yang dipersiapkan oleh PPI Taiwan.

“Mandiri Mengukir Prestasi”, itulah hadiah pertama dari PPI Taiwan untuk sebagian kecil rakyat Indonesia yang sedang mengadu nasib ke Taiwan sebagai Buruh Migran Indonesia. Hadiah berupa pembukaan layanan Pendidikan Tinggi Terbuka dan Jarak Jauh Universitas Terbuka (PTTJJ-UT) yang saat ini sedang dalam tahap registrasi. Dengan segala keterbatasan maupun semangat besarnya, UT di Taiwan akan mulai bergulir bulan September 2011, ditandai dengan mulainya kelas pertama dan penandatangangan MoU antara KDEI dan UT Pusat, insya allah.

Lewat UT para BMI bisa bekerja sekaligus belajar. Mereka bisa menempuh perkuliahan tahap sarjana di saat libur kerja. Kuliahnya pun sebagian besar berupa online, memanfaatkan fasilitas internet. Jika semuanya lancar maka saat pulang dari Taiwan mereka tidak hanya membawa pundi-pundi rupiah, namun juga gelar sarjana. Informasi tentang UT Taiwan bisa diakses lewat link ini: http://ut-taiwan.org/?page_id=52

Tentu menjadi harapan bersama bahwa dengan adanya UT Taiwan maka kesempatan mengenyam pendidikan tinggi bisa juga dirasakan oleh BMI. Sehingga amanah pembukaan UUD 1945 untuk mencerdaskan kehidupan bangsa, sedikit-sedikit bisa kita bantu lewat program UT. Semoga perjuangan yang saat ini dilakukan rekan-rekan Badan Pelaksana UT Taiwan bisa mendatangkan hasil yang maksimal, tolong bantuan dan dukungan moral dari kita semua.

Sementara itu, “Baruna-Baruna Formosa” adalah hadiah kedua dari PPI Taiwan dalam menyambut 66 tahun kemerdekaan Indonesia. Hadiah ini berupa sebuah video dokumenter tentang kehidupan para ABK berwarganegara Indonesia yang merantau sampai Taiwan. Video dibuat atas kerjasama KDEI dan PPI Taiwan, serta sepenuhnya diproduksi oleh rekan-rekan di Lentera Ide.

Lewat video dokumenter itu, bidang tenaga kerja KDEI ingin membuka mata para pengambil kebijakan di Taiwan ataupun Indonesia tentang bagaimana kondisi para ABK sebenarnya. Mereka yang siang malam berlayar menangkap ikan, sementara gaji di bawah standart dan perlindungan asuransi pun tidak dapat. Padahal mereka ke Taiwan untuk mencari kehidupan yang lebih baik, dikarenakan melaut di Indonesia tidak lagi menguntungkan. Video yang mengambil gambar di Keelung, Yilan, dan Pingtung, serta melibatkan puluhan ABK dalam proses sutingnya, berusaha memotret semua keadaan itu. Sekaligus mengajak pemirsa untuk larut dalam suka duka mereka.

Semoga lewat “Baruna-Baruna Formosa” maka bagian lain dari pembukaan UUD 1945, melindungi segenap bangsa Indonesia, dapat segera dirasakan oleh para ABK tersebut. Tentu kita semua pantas berdoa untuk terwujudnya hal itu. Video dokumenternya sendiri akan segera dirilis oleh rekan-rekan di Lentera Ide, istilahnya coming soon )  http://www.youtube.com/watch?v=2fzofirkq_A

Kedua hadiah itu pastinya tak akan semeriah pesta rakyat yang digelar di berbagai kota di Indonesia, ataupun tak akan sekhidmat upacara bendera oleh para pejabat negara. Sebaliknya, kedua hadiah itu juga bukanlah bentuk penyesalan mengapa merdeka belum juga dirasakan oleh sebagian besar rakyat Indonesia. Kedua hadiah itu adalah contoh kecil buat kita, mahasiswa Indonesia, dalam memposisikan diri dan memaknai kata MERDEKA.

Semoga kedua hadiah sederhana itu dapat menginspirasi kita semua. Serta terus menggelorakan semangat mahasiswa Indonesia dalam setiap kesibukan dan peranannya. Bahwa MERDEKA itu adalah hak semua rakyat Indonesia. Dan untuk mewujudkannya tidak cukup hanya lewat seremoni apalagi keluhan. Bahwa MERDEKA itu perlu perjuangan bersama. Dan Ibu Pertiwi memanggil mahasiswa Indonesia untuk berada di garda terdepan dalam mewujudkannya. Dirgahayu Indonesia. MERDEKA!

17 Agustus 2011, Salam muanteb.

————————————————————————

CAKEP adalah tulisan saya di website dan milis PPI Taiwan. CAKEP merupakan kepanjangan dari Catatan Ketua PPI. Dalam beberapa hari ke depan, CAKEP akan saya muat ulang di Blog Cak Alief. Selain sebagai arsip, juga untuk merefresh apa yang saya tulis dalam satu tahun terakhir.


Satu Per Satu

Comments Off

“Santai saja, satu point demi satu point, ntar kan bisa terkejar.” Begitu biasanya kami saling menyemangati dalam pertandingan Badminton. Terutama saat posisi tertinggal dari tim lawan. Trus teman lain ada yang nyeletuk: “iyalah, kalo langsung dapat dua point atau tiga point kan maen basket namanya.”

Tak terasa sampai bulan Juni ini, kepengurusan perdana PPI Taiwan sudah mencapai tengah tahun. Satu per satu program PPI Taiwan pun sudah berjalan. Dari 7 program unggulan, bisa dibilang 60% sudah selesai. Diantaranya adalah pembuatan website, video dokumenter, ultah PPI Taiwan, dan tiket grup. Yang masih tersisa adalah database mahasiswa yang direncanakan launching bulan September, awal semester depan. Pembukaan program Universitas Terbuka di Taiwan, semoga bisa mulai di bulan Agustus. Serta pembentukan PPI Universitas baru, yang masih menunggu, siapa nih yang tergerak untuk menginisiasi PPI di kampusnya.

Di bulan Mei kemaren yang paling padat. Program kerja PPI Taiwan berupa peringatan hardiknas, diskusi akademik mahasiswa, pameran fotografi, launching lentera ide, persiapan UT, pembentukan BAMUS, kaos PPI, dan tiket grup dilaksanakan di bulan lalu. Selain itu partisipasi teman-teman dalam turnamen voli KMIT dan pekan olahraga PERPITA juga tidak kalah serunya.

Hari-hari ke depan, PPI Taiwan masih punya beberapa program kerja yang lain. Tim Sosial Budaya sedang menjajaki kemungkinan kerjasama seni budaya dengan institusi di Taiwan dan Singapura. Tim UT sedang proses rekruitment pengurus, yang nantinya langsung disambung dengan pra sosialisasi, rekrutment dan registrasi mahasiswa baru. Tim Pokja mulai berjalan dengan kajian kebijakan pasar dan tenaga kerja. Tim keuangan masih terus promosi kaos, yang direncanakan selesai awal Juli. Dan tim lentera ide sedang planning untuk episode 2.

Dari kegiatan PPI Dunia, pembentukan SC Simposium Internasional 2011 yang akan diadakan di Amerika Serikat masih dalam proses. Hasil rapat terakhir tampaknya komposisi inti SC akan dipegang oleh PPI Spanyol, PPI Australia, Permias, dan PPI Jepang (tuan rumah SI 2012). Sementara untuk keanggotaan SC terdiri dari banyak negara, PPI Taiwan insya allah termasuk didalamnya.

Sedangkan dari kegiatan internal PPI Universitas/ Wilayah di Taiwan malah lebih banyak dan bervariasi. Teman-teman di Kaohsiung minggu lalu sukses menampilkan “Dream to the Jewel of the Equator”. Di kampus cemara ada bazar, dan di Taipei serta Tainan berpartisipasi dalam Dragon Boat. Saya yakin banyak lagi kegiatan teman-teman mahasiswa Indonesia di Keelung, Taichung, Hsinchu, Chiayi, dan kota-kota lain. Tidak akan cukup kalo dituliskan satu persatu di sini.

Setelah bulan yang padat kegiatan itu, sekarang ini kita memasuki masa sibuk ujian akhir dan sidang thesis, semoga teman-teman bisa melewatinya dengan lancar. Setelah berprestasi di bidang non-akademik, sekarang saatnya kita buktikan bahwa mahasiswa Indonesia pun mampu berprestasi di bidang akademik.

Santai saja… dengan tetap percaya diri, diiringi sikap rendah hati, insya allah semuanya akan berjalan dengan muanteb.

14 Juni 2011, Salam muanteb.

————————————————————————

CAKEP adalah tulisan saya di website dan milis PPI Taiwan. CAKEP merupakan kepanjangan dari Catatan Ketua PPI. Dalam beberapa hari ke depan, CAKEP akan saya muat ulang di Blog Cak Alief. Selain sebagai arsip, juga untuk merefresh apa yang saya tulis dalam satu tahun terakhir.


Prestasi dan Budi Pekerti

Comments Off

Tema Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2011 adalah ”Pendidikan Karakter sebagai Pilar Kebangkitan Bangsa”. Sebagai pilar kebangkitan bangsa, pendidikan karakter yang dimaksud paling tidak mencakup 2 makna. Pertama adalah karakter yang berarti santun, berbudi pekerti, berakhlak mulia, sebagaimana pada umumnya karakter dimaknai. Serta yang kedua, yang tidak kalah pentingnya adalah memaknai karakter sebagai rasa penasaran intelektual, ingin mengetahui lebih dalam, yang ujungnya melahirkan prestasi intelektual.

Kami kira itulah kurang lebih maksud dari sub tema Hardiknas tahun ini ”Raih Prestasi Junjung Tinggi Budi Pekerti”. Yang jika diartikan dalam konteks PPI Taiwan berarti ”Terkemuka dan Transparan”. Maksudnya adalah menjadikan terkemuka sebagai raihan prestasi, ataupun sebaliknya dengan prestasi maka menjadi terkemuka. Serta menjunjung nilai-nilai transparansi sebagai komponen utama budi pekerti dalam aktifitas PPI Taiwan.

Dalam konteks pribadi, berprestasi bisa dimaknai dengan banyak kejadian. Hasil riset yang mengalami kemajuan, hubungan yang lebih harmonis dengan Profesor, serta mempublish paper bisa masuk dalam prestasi. Ataupun juga yang lebih personal seperti berat badan akhirnya berkurang, anak lulus UN, ataupun istri hamil lagi… Artinya betapa banyak kejadian-kejadian kecil yang seringkali kita lupakan, bahkan dianggap tak berguna, namun sejatinya merupakan prestasi. Muantebkan hati dengan banyak mensyukuri prestasi-prestasi sederhana, maka akan menjadi batu loncatan dalam meraih prestasi yang lebih besar.

Karakter berprestasi bila dipadu dengan karakter budi pekerti merupakan kombinasi yang aduhai tiada tara nikmatnya. Bayangkan jika hasil ujian midterm yang kita dapat berasal dari kejujuran, bukan hasil contekan. Publikasi riset yang kita lakukan murni hasil kerja keras bukan jiplakan. Dan hubungan personal dengan teman ataupun Profesor lahir dari hati yang tulus, bukan hanya manis di permukaan. Kejujuran dan keikhlasan merupakan budi pekerti utama yang menjadi pijakan lahirnya budi pekerti yang lain. Rasanya dua hal itu sayang jika tak ada dalam diri kita.

Karakter dalam konteks pribadi akan menjadi kumpulan karakter yang menentukan karakter PPI Taiwan ke depan, yang itu bermakna karakter Indonesia nantinya. Jika saat ini, di sini, kita hiasi diri sendiri dengan karakter prestasi yang mengedepankan budi pekerti, maka di sana, di tempat Ibu pertiwi menunggu kita nanti, karakter itu pula yang muncul.

Sudah banyak contoh di negara Indonesia tercinta, jiwa-jiwa kering nan gersang tanpa karakter prestasi apalagi budi pekerti. Pena akan menghabiskan jutaan volume tinta untuk menuliskannnya dalam ribuan meter lembaran kertas. Toh juga buat apa menuliskannya… Lebih baik sibukkan diri dengan prestasi yang mungkin kita raih dan budi pekerti yang harus kita perbaiki. Maka insya allah, dengan ijin-Nya, di sana, saat waktu yang telah ditentukan, kita akan petik buah dari karakter yang kita tanam dan rawat sekarang.

Mari jadikan momentum Hardiknas tahun ini, untuk menjadi pribadi yang lebih beprestasi dan berbudi pekerti. Pribadi yang ”Berbakti untuk Ibu Pertiwi melalui Persatuan dan Prestasi”.

13 Mei 2011, Salam muanteb.

————————————————————————

CAKEP adalah tulisan saya di website dan milis PPI Taiwan. CAKEP merupakan kepanjangan dari Catatan Ketua PPI. Dalam beberapa hari ke depan, CAKEP akan saya muat ulang di Blog Cak Alief. Selain sebagai arsip, juga untuk merefresh apa yang saya tulis dalam satu tahun terakhir.


Older Entries