Archive for the ‘ke-taiwan-an’ Category

Paper Pertama

Friday, June 18th, 2010

Alhamdulillah paper pertamaku akhirnya muncul juga di science direct, tepatnya di jurnal Theoretical and Applied Fracture Mechanics (bisa diliat di sini). Namun paper itu akan termasuk di volume, issue, dan page berapa masih belum keliatan, karena si science direct memunculkan paper ini masih sebagai “accepted manuscript”. Btw, ada beberapa catatan menarik tentang paper pertamaku ini, begini ceritanya… )

Paper ini merupakan ringkasan dari tesis master yang selesai tahun lalu. Saat memilih topik tesis Prof memintaku mengerjakan judul ini, pemodelan matematis untuk retakan. Saat itu beliau bilang: ini gampang Lief, karena cuman satu unknown variable aja yang butuh diselesaikan. Aku liat sih ini memang lebih “sederhana” ketimbang pilihan2 lainnya, tapi belum tentu gampang.

Saat itu Prof juga kasih catatan, hasil tesis ini nanti akan dipakai dia selama “cuti” di Oxford. Jadi Prof sudah mbuat tulisan yang berisi introduction dan persamaan dasar. Beliau memintaku untuk melengkapi tulisan itu dengan menurunkan persamaannya, menerjemahkannya menjadi program di Matlab, dan mbuat beberapa grafik. Sementara untuk buku tesis, Prof minta penurunan persamaan, grafik, dan analisanya diperbanyak. Sederhana sekali… Setelah itu selesai, Prof akan mendiskusikannya dengan Prof Korsunsky selama beliau di Oxford.

Ntah gimana Profku berdiskusi dengan Prof Korsunsky, aku gak pernah dilibatkan. Bahkan aku tahu Prof Korsunsky hanya sewaktu beliau ada kunjungan sehari ke NTUST. Saat itu kami diberi kesempatan untuk presentasi riset di lab ke dia. Kemudian dia juga memberikan kuliah umum ke mahasiswa, saat itu ntah dia cerita tentang apa, multiscale modeling atau apa gitu, aku gak paham )

Ntah gimana ceritanya lagi, tiba-tiba Profku kirim e-mail bilang kalo papermu sudah accepted Lief, ini ada koreksi minor, tolong diperbaiki. Aku liat-liat koreksiannya, cuman masalah teknis grafik dan tabel. Aku penasaran kok gampang banget gini… Trus aku liat judul jurnalnya, siapa editornya, wah ketauan dehhhh…. Editornya Prof G.C. Sih, dia itu advisernya Profku pas dulu kuliah di Lehigh University. Wah pantas aja cepet…

Trus selidik punya selidik, ternyata mereka masih saling kontak. Bahkan minggu depan ini NTUST jadi tuan rumah international conference, Mesomechanics 2010. Chairman-nya: C.K. Chao (Profku), Co-chairman: G.C. Sih (Profnya Profku), trus tau gak siapa ketua Mesomechanics 2009 tahun lalu, iya bener, A.M. Korsunsky, orang Oxford itu… Mereka sudah membentuk jaringan ternyata, hahaha… Dan aku termasuk dalam jaringan itu, wakakakaka…

Itulah hebatnya atau cerdiknya atau menyebalkannya (tergantung sudut pandang sampean) ilmuwan-ilmuwan luar Indonesia. Mereka saling kenal, awalnya mungkin karena dulu advisernya, teman se-lab, ketemu di conference, atau hanya karena saling mereview paper. Kemudian dengan skema kerjasama mereka berkolaborasi, menerbitkan paper bersama, saling mengundang sebagai keynote speaker, nulis buku bareng, sampe mbuat conference sendiri. Muanteb tenan…

Aku kadang melihat hal semacam itu dari sudut pandang, iya mereka punya dana sementara di Indonesia lebih penting dana itu untuk pilkada… Tapi pasti ada sisi lain yang kita tidak memilikinya. Sehinggapun ada dana berlimpah, kita belum tentu bisa seperti mereka… Aku menemukan beberapa jawaban, lebih tepatnya masih hipotesa, perlu ada pembuktian lebih lanjut. Utamanya pembuktian terhadap diriku sendiri…


Buku Kalkulus Gratis

Wednesday, May 19th, 2010

Big surprise, itu kata Profesor. Gift from the sky, itu kata teman Lab. Kataku sendiri: nggumun… Dapat kiriman buku Calculus baru, hardcover, disertai cd dan dvd yg berisi power point, solution manual, animation, video lesson. Wah pokoknya komplit dan gratis, tanpa minta lagi.

Buku Calculus Early Transcendentals 6ed, yang dikarang oleh James Steward, benar2 membuatku nggumun. Segitunya publisher buku ini mempromosikan buku2nya. Bahkan dosen kontrak yang statusnya gak jelas kaya aku aja dikirimin.

Saat pertama kali liat paketan berbentuk kotak di atas meja, aku kaget juga, menebak2 apa gerangan. Bayanganku sih kaos untuk Taipei 101 run up, tapi kok ya gede banget. Trus ngapain juga dikirim. Waktu aku pegang paketan itu, kok berat. Aku liat teman2 lab pada sibuk dengan komputer masing2. Aku nekat buka aja, ya mosok isinya bom, hehehe…

Saat mau mbuka, aku liat tulisan kepadanya, tertulis bahasa Mandarin, buta huruf aku. Cuman bisa baca baris keduanya, Wikarta Laoshi. Oh ini berkaitan sama kuliah kayaknya. Apa jangan2 ini hadiah dari mahasiswa, supaya nilainya dibagusin dan dilulusin, hehe…

Pelan-pelan aku buka, eh ternyata isinya buku Calculus. Baru gress… beserta 2 keping cd yang disolasi di cover depan. Aku buka2, beneran buku Calculus ini. Wow rejeki ini. Aku noleh lagi ke teman2, ada yang lagi santai. Aku tanya aja. Ini buku buat aku? Dia jawab, iya itu buat kamu. Lho kok bisa ngirim ke aku, tanyaku lagi. Jawabnya simple aja, because you are teacher… Alhamdulillah, batinku…

Saat aku cross check ke Profesor, beliau mengiyakan, bahwa buku itu buat aku. Sudah biasa di sini penerbit ngirimin buku buat dosen pengasuh mata kuliah tertentu. Profesorku malah nunjukin buku2nya yg juga dapat gratisan. Buanyak baik, yang terkait dg engineering mathematics. Aku bilang ke beliau, di Indonesia aku gak pernah dapat yang ginian… Trus dia tersenyum.

2 tahun aku ngajar di ITS, mengasuh beberapa mata kuliah. Gak ada tuh penerbit yang ngirimin aku buku gratis. Di sini, belum satu semester sudah dapat 1 buku. Wah kalo 3 tahun ngajar, bisa lumayan juga dapat buku gratisannya, hehehe…


Ngajar Kalkulus…

Thursday, March 4th, 2010

Sampai sekarang rasanya aku masih belum bisa percaya kalo sudah 3 kali ngajar Kalkulus untuk mahasiswa undergraduate di NTUST… Ini aku ceritakan beberapa kejadian…

Jumlah mahasiswanya ada 13 orang yang sudah masuk kelas. 12 orang dari Amerika Latin yang berbahasa Spanyol diantara mereka. Sedangkan 1 orang lagi dari Turki, kelihatan cukup cerdas anaknya… Mereka semua sudah ngambil mata kuliah Kalkulus ini sebelumnya, tapi sayangnya belum lulus. Konon dikarenakan bahasa pengantar yang digunakan adalah Mandarin. Jadi pihak sekolah berinisiatif menyediakan English program untuk Kalkulus. Dan akulah pengajarnya…

Pertemuan pertama begitu mengagetkan… 2 orang dari para murid itu adalah teman setim sepakbola. Kami saling bahu membahu mewakili NTUST tahun lalu dalam kompetisi sepakbola di Taiwan. Eh sekarang mereka jadi muridku, hehehe…

Waktu kelas Mandarin semalem juga gak kalah mengagetkan, 2 orang lain dari para murid itu teman sekelas dalam les Mandarin. Bahkan kemampuannya jauh lebih baik dari aku, walah-walah… Guru berguru ke muridnya, hahahahaha… Ntah kejadian apalagi selanjutnya…

Tapi aku harus berusaha tetap profesional lha, hahahaha… Pernah di kelas mereka panggil aku Profesor, halah2… Terus aku bilang panggil aja namaku, Alief. Eh pertemuan berikutnya mereka panggil Laoshi… Bahkan di kelas Mandarin mereka panggil aku Laoshi juga… walah2… bisa saingan sama Laoshi Stephanie donk aku…. hehehe… Tadi mereka panggil aku teacher… Kupikir apa sih susahnya panggil nama Alief??? Mungkin pertemuan berikutnya aku sarankan mereka panggil cak Alief aja, hehehe…

Sebagai lecturer Kalkulus aku punya kewajiban untuk membuktikan suatu rumus sebelum memakainya. Gak elok lha kalo hanya kasih rumus, kemudian nyelesaikan soalnya pake trik. Emang tentor LBB??? hehehe… Tapi Dean akademik kemaren pesan supaya jangan terlalu banyak konsep, lebih banyak ngelatih skill saja. Tadi mahasiswanya juga bilang hal senada, “Kami percaya sama kamu, gak usah pake dibuktikan gpp kok” Walah2… Ini kelas Kalkulus atau intensif SNMPTN???

Padahal aku butuh juga mengingat kembali gimana nurunkan rumus2 Kalkulus. Misal: gimana ceritanya kok kita bisa tau turunan dari x^n adalah n(x^(n-1))??? Dengan kembali belajar konsep, aku berharap menemukan ide segar untuk membantu risetku. Dan tampaknya sekarang aku lagi tertarik dengan limit, one-sided limit tepatnya. Tapi sekedar tertarik, bukan mempelajarinya, hehehe…

Enaknya ngajar mereka adalah mereka sangat terbuka (sampai saat ini). Kalo merasa bisa, maka mereka bertanya yang lebih sukar… Sedangkan kalo mereka gak bisa, maka gak segan bertanya meski itu hal sepele misalnya. Jadi lumayan mudah mendeteksi sejauh mana daya serap mahasiswa terhadap materi. Homework pertama sudah tak kasihkan, senin mereka akan ngumpulin. Dari situ akan semakin terlihat gimana daya serap mereka sebenarnya…

Bedanya aku ngajar di sini dan di ITS juga terasa banget. Di sini 15 menit sebelum kelas dimulai aku sudah mulai berangkat. Jadi paling tidak 5 menit sebelum bel sudah ada di kelas. Kalo di ITS? Ngajar tepat waktu malah diolok2in sama dosen lain… “Ojo rajin2….” gitu katanya, hehehe…

Di ITS aku bawa text book tiap kali ngajar. Atau bawa slide satu gebok. Jadi pas di kelas baru buka2 materi mana yang mau disampaikan. Jadi gak efektif sama sekali. Kalo di sini aku sudah siapkan dulu materinya, paling hanya 3-4 lembar lecture notes. Dari situlah aku tuliskan materi di papan tulis. Jauh sangat efektif, karena runtutan materi sudah diatur. Sehingga mahasiswa diharapkan lebih mudah mengerti dan fokus.

Kayaknya dua habit itu perlu kupertahankan sampe ngajar Kalkulus ini selesai. Bahkan juga perlu dibawa ke ITS nantinya… Tapi tunggu dulu, itu kalo gaji ngajar di ITS dinaikkan lho, hehehe…. Kalo nggak, ya maaf mahasiswa, ntar aku ngajarnya asal-asalan… hehehe…. Alasan klasik yang sudah tak pantas jadi alasan mestinya…


Cerita tentang Thesis

Thursday, April 23rd, 2009

Alhamdulillah, sore tadi ditengah hujan rintik-rintik oral defense sudah saya lalui dengan hasil yang tidak mengecewakan. Postingan kali ini saya ingin cerita tentang thesis yang saya kerjakan. Siapa tau ada yang tertarik, sehingga kita bisa diskusi lebih dalam. Saya juga paksakan ambil hikmah2 yang bisa dipetik dari apa yang saya kerjakan. Semoga bermanfaat…

Jamak diketahui bahwa problem engineering, khususnya di Mechanical bisa diselesaikan dengan 3 pendekatan: Eksperiment, Numerical, and Analytical. 2 pendekatan pertama sudah sering kita dengar, bahkan saat ini kita bisa jadi terlibat di dalamnya. Kebetulan riset kami memakai pendekatan no 3 dan 2, analytical dan numerical, untuk menyelesaikan bermacam problem tentang hubungan antara crack (retakan) dengan multi layered media (gampangannya bisa dibilang composite material). Prof bilang, hanya butuh kertas dan pena untuk riset dengan pendekatan analytical.

Untuk analytical, tools mathematics yang dipakai adalah complex variable series, yang bagian analytical continuation. Tools ini dikenalkan oleh peneliti Rusia, Muskhelishivilli (1953), dan sejak tahun 1996 tercatat oleh scopus sebanyak 1757 paper sudah memakai tools yang beliau kenalkan. Di grup kami sendiri, sekitar 40-an paper ditulis dengan memakai tools tersebut.

Sementara yang numerical, kami memakai metode boundary element. Metode yang sudah umum dipakai, meskipun kadang gaungnya masih kalah dibandingkan dengan finite element. Memodelkan retakan (crack) dengan metode boundary element sudah dilakukan oleh ratusan peneliti selama ini. Kami hanya memakai sedikit porsi dari bermacam variasi metode boundary element yang ada.

Nah, urutannya gini.

Pertama, Persamaan matematika (di complex plane), yang mewakili composite material (dengan bermacam asumsi tentunya) diturunkan dulu pake metode analytical continuation. Kalo gabungan materialnya banyak, berarti persamaan akhirnya bisa panjang, sehingga bentuknya dalam bentuk deret tak hingga. Tapi kalo cuma gabungan dari 2 material, persamaannya bisa lebih simple (meskipun tetap panjang), hehe…

Pelajaran yang bisa dipetik dari sini. Secara matematik aja udah terbukti kalo hubungan antara 2 material berbeda akan menghasilkan tingkat kerumitan yang tinggi, meskipun masih bisa diselesaikan. Sedangkan kalo lebih dari 2 material, dimana masing2 material punya sifat sendiri2, gak mungkin ndapatkan closed form untuk persamaannya. Bisa pun ya dengan pendekatan2, yang berujung pada persamaan yang berbentuk infinite series.

Nah, itulah yang terjadi juga jika kata “material” diganti dengan “manusia”, apalagi yang jenis kelaminnya beda, hehe… Jadi buat yang sering cekcok sama pasangannya, ya maklumin aja, secara matematis memang butuh dicari persamaannya (equation) dulu. Sedangkan yang punya lebih dari 1, perlu tuh belajar infinite series, sehingga bisa mendapatkan iterasi tercepat yang membuat hubungan menjadi serasi. (Aduh mhs Master kalo lagi ngelindur kaya gini ngomongnya, hehe)

Kedua, setelah persamaan untuk composite material ketemu, selanjutnya kita memodelkan jika terdapat retakan (crack). Meskipun retakan itu gak diinginkan tapi bagaimanapun pasti terjadi. Karena sebagus apapun proses manufakturnya, pasti ada cacatnya, baik secara mikroskopis ataupun secara kasat mata. Nah cacat itu lambat laun akan membuat retakan semakin besar dan berbahaya bagi material.

Karena retakan itu gak diinginkan, maka mendapatkan persamaannya ketika berinteraksi dengan composite material, gak bisa secara closed form. Harus menggunakan pendekatan numerik. Trus dipake lha teori yang namanya boundary element, dislocation distribution, singular integration, dll sehingga didapatkan persamaan integral yang menghubungkan antara composite material dan crack.

Hikmah yang bisa dipetik: Jangan hindari yang namanya retakan, itu lumrah, hadapi saja. Gunakan prinsip2 integration (penyatuan) untuk menyelesaikan crack yang cenderung ingin memisahkan, hehe…

Ketiga, sampe segini dulu aja pengetahuan yang saya dapatkan di tingkat master ini. Selanjutnya kalo sudah tahu persamaannya seperti apa, terus gimana efeknya ke material yang bersangkutan, trus retakannya itu nanti akan berkembang sejauh apa, dll itu yang masih ingin saya pelajari. Makanya berencana ambil PhD, doakan semoga berhasil.

Termasuk yang menjadi keingintahuan kami adalah efek fracture mechanics di tingkat micro dan nano-scale yang akhirnya memunculkan cabang ilmu bernama Mesomechanics. Dan juga tentang penerapan statistik di fracture mechanics. Kedua hal itu sudah umum dikenal oleh orang yang berkecimpung di bidangnya, namun bagi kami itu adalah hal yang masih perlu dipelajari di kemudian hari. Semoga Allah swt mempermudahnya.

Riset tentang Laser Diode Coupling

Monday, December 29th, 2008

Berikut ini adalah rangkuman hasil riset dari salah seorang mahasiswa Indonesia di NTUST, Taiwan.  Risetnya tentang meningkatkan performance laser diode gitu lha… (aku gak seberapa ngerti) D Katanya sih aplikasinya ntar untuk WDM-PON system (Wavelength Division Multiplexing - Passive Optical Network), berkaitan sama sistem komunikasi fiber optic (ini tambah g ngerti aku, hehe…)

Jika sampean ingin tahu lebih detail, silahkan baca artikelnya (in english) dan kontak orangnya, Joni Welman Simatupang di e-mail : M9602801@mail.ntust.edu.tw

Laser Diode Coupling to Fiber Optic Communication

by: Joni Welman Simatupang, NTUST

Regarding to my research work area, I am working on Laser Diode Coupling to Fiber Optic Communication. Recently I just presented my paper in OPT’08 (Optic Photonics Taiwan International Conference 08) at TICC (Taipei International Convention Center), near Taipei 101. Although I am not the principal author, but I have a chance to present our work as oral presentation for 15 minutes. It was a happy and joyful occasion to me )

At that time, I presented “The design and fabrication of Vertical Tapered Waveguide Fabry-Perot Laser Diode by Diffusion Limited Etching”. This technique is not a new one, for more than two decades have been a research work of many researchers in my field. We tried to make the good laser structure by employed the taper region to get the more circular output beam of light when coupling to the single-mode fiber optic. As the result we hope that the coupling loss of the laser diode to optical fiber can be decreased. In other side, by directly coupling it, we also can reduce the packaging cost.

This is just a summary of my talk at that conference. If you are interesting to read more, here I attached the PDF file for us and  thanks to Cak Alief for putting my paper on his blog without any charge, hehe….it’s nice.

PDF file: download here

Sampean punya riset yang sama, informasi yang ingin didiskusikan, atau hal yang lain? Silahkan kontak penelitinya di e-mail: M9602801@mail.ntust.edu.tw

      

Ikutan Soccer Festival

Saturday, May 3rd, 2008

Seharian ini konsentrasi ada di lapangan sepakbola kampus tetangga, NTU. Maklum aja hari ini sampai Minggu sedang diadakan Taiwan International Students, Soccer Festival. Dan kebetulan, aku terpilih sebagai salah satu pemain dari tim NTUST. Padahal skill bola ku pas-pasan… D

Pembukaannya lumayan meriah, diisi oleh cheerleader nomer wahid se Taiwan (lihat aja fotonya di atas). Total ada 14 tim dari seluruh Taiwan yang mengikuti festival kali ini dan para pemainnya berasal lebih dari 30 negara. Ada yang dari Italia, Jerman, Argentina, Korea Selatan, Afrika Selatan, Indonesia, sampai negara “asing” pun ada seperti: St Vincent and the Grenadines dan Sao Tome and Principe (tahu gak itu di benua mana?) )

Para pemain dari NTUST sendiri semuanya adalah pemain Indonesia. NTUST-ISA adalah nama timnya dan tim Garuda adalah julukannya, serta Jinggo Jinggo.. Jinggo Jinggo Jinggo HUH adalah yel-yel nya ) Kami sudah biasa berlatih setiap hari Sabtu di lapangan dekat kampus, serta sering berlatih fisik dengan jalan-jalan sore dan petang di night market seputar Taipei. Jadi kami dah siap untuk mengikuti festival tahun ini

Hari pertama lawan Fu Jen Catholic University (FJU), kick off dimulai jam 16.40. Babak pertama aku sempat maen, sempat juga nendang satu dua kali, nyundul satu dua kali, jatuh berkali-kali, dan lari kemanapun jadi D Akhirnya gak sampe 10 menit sudah diganti, maklum cedera engkelku kambuh lagi, meski sebelum pertandingan udah digosok sama balsem satu gunung, disemprot satu jirigen dan juga dikompres es batu satu kontainer, namun apa daya… (

Pada kejuaraan yang sama tahun lalu, tim kami juga pernah berhadapan dengan tim FJU ini dan hasilnya kurang menggembirakan, dihajar 2-0 tanpa balas. Namun tahun ini tim kami beda, kami punya kiper sekelas Casillas dari Real Madrid serta penyerang sekelas Inzaghi dari Milan… Belum lagi ada Riquelme yang siap menusuk ke pertahanan lawan kapanpun gak pake lama…

Babak pertama selesai, kedudukan imbang kacamata 0-0. Terhitung sudah minus sekian peluang yang kami buat dan kalo dipersentase lawan menguasai 55% jalannya pertandingan. Namun kami tidak putus asa… Bermacam penyelamatan gemilang yang dibuat kiper tangguh kami cukup meyakinkan, bahwa kali ini tim Garuda tidak akan kalah lagi.

Babak kedua berjalan 5 menit, emosi para pemain mulai terbakar. Sempat terjadi aksi saling tekel, saling dorong, dan juga teriakan suporter yang memanaskan suasana, namun situasi masih dapat dikendalikan. Oh ya, tak kurang 50.000 suporter tim kami yang datang mendukung. Atmosfer yang dibuat suporter ini diyakini menjadi pemain ke-9 yang membuat semangat tim Garuda terus meledak-ledak… (note: jumlah pemain hanya 8 saja)

Di pertengahan babak kedua, serangan tim Garuda lebih gencar ke gawang lawan. Dan dalam sebuah kemelut yang terjadi di area kotak penalti, terciptalah gol yang ditunggu-tunggu… Tak pelak lagi, ribuan suporter pun langsung berteriak kegirangan dan memasuki lapangan pertandingan (Indonesia banget ya…) D Jelas hal ini membuat mental lawan menjadi semakin down, padahal lawan adalah semifinalis tahun lalu…

Sampai peluit panjang dibunyikan, kedudukan tetap 1-0 untuk kemenangan tim Garuda NTUST-ISA, dendam pun terbayarkan, lunas, gak pake nyicil. Suasana di kubu kami begitu bergembira, para pemain dan suporter saling peluk dan gendong, serta tidak lupa hobi utama, foto bareng (khas Indo khan???) D Sementara di kubu lawan terlihat lesu, maklum mereka sudah harus angkat koper setelah menelan dua kali kekalahan. Sedangkan kami masih akan bertarung lagi besok siang jam 11.00 lawan National Taiwan Normal University (NTNU) dalam sebuah partai hidup mati.

Malam ini para pemain pasti sedang istirahat atau malah susah tidur membayangkan apa yang terjadi di lapangan esok siang. Kegembiraan, kebahagiaan dan kebersamaan tak pelak telah menjadi kata kunci dalam kemenangan hari ini. Namun Sheva bilang: “Perjalanan masih panjang, jangan takabbur dulu…” Memang benar, perjalanan masih panjang, dan besok siang separuh perjalanan itu akan kita lalui kembali dengan kemenangan.

Salut buat tim Garuda dan thanks buat semua mahasiswa Indonesia yang ada di NTUST. Salam bola

Pernyataan Sikap tentang FITNA

Thursday, April 3rd, 2008

Rekan-rekan mahasiswa Muslim yang sedang berada di Taiwan menyampaikan Surat Pernyataan sikap tentang film FITNA. Berikut ini adalah isi Surat Pernyataan yang dikeluarkan oleh Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan (FORMMIT) tersebut

SURAT PERNYATAAN
FORUM MAHASISWA MUSLIM INDONESIA DI TAIWAN
(FORMMIT)

Bismillahirrahmanirrahim
(Dengan menyebut nama Allah yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang)

Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Puji dan syukur patutlah terus kita panjatkan kepada Allah, SWT karena atas berkat, rahmat, dan karunia-Nyalah kita semua umat manusia dan sesama ciptaan-Nya dapat merasakan indahnya kebersamaan antar sesama.

Sebagai salah satu agama yang dianut oleh kurang lebih 1,4 miliar orang di dunia, Islam hadir dengan ajaran yang sempurna. Di dalamnya tercakup segala hal yang mengatur kehidupan manusia, mulai dari tata cara beribadah, bermuamalah, maupun dalam urusan yang kecil seperti makan dan tidur.

Termasuk salah satu ajaran Islam adalah untuk menyebarkan kasih sayang kepada seluruh umat manusia, tidak hanya kepada sesama umat Islam saja. Bahkan kepada orang-orang diluar Islam. Islam bahkan mengajarkan untuk berbuat kasih sayang kepada orang-orang yang menjadi musuh kita dan tetap berbuat adil terhadap mereka. Hal ini termuat dalam kitab suci Al-Qur’anul Karim Surat Al-Mumtahinah ayat 8 yang kurang lebih berarti.

“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil.” (QS. 60:8)

Selain itu dalam banyak hadits, Rasulullah, SAW, suri tauladan umat Islam memberikan banyak hadits yang menekankan pentingnya berkasih sayang.

“Cintailah manusia seperti kamu mencintai dirimu sendiri.” (H.R. Bukhari)
“Tidak akan masuk surga kecuali orang yang penyayang” (H.R. Baihaki dan Anas)
“Janganlah kamu saling membenci, berdengki-dengkian, saling berpalingan, dan jadilah kamu sebagai hamba-hamba Allah yang bersaudara. Juga tidak dibolehkan seorang muslim meninggalkan (tidak bertegur sapa) terhadap sudaranya lewat tiga hari” (HR. Muslim)

Sayangnya, begitu banyak penggambaran yang salah terhadap Islam. Salah satunya adalah film pendek berjudul FITNA yang dibuat oleh anggota parlemen Belanda bernama Geert Wilders. Begitu banyak ayat-ayat Al-Qur’an yang diartikan tidak sesuai maknanya dalam film itu. Ayat-ayat tentang jihad kemudian diartikan bahwa seorang muslim halal membunuh siapapun yang tidak beragama Islam.

Selain itu film tersebut menunjukkan bentuk-bentuk kekerasan yang memojokkan umat Islam, seolah-olah Islam adalah agama yang bengis, kasar, kejam, dan mengajarkan kekerasan. Padahal itu tidaklah benar. Bahkan dari 99 nama Allah, SWT dua diantaranya adalah Ar - Rahman dan Ar - Rahim, Yang Maha Pengasih dan Maha Penyayang. Ini menunjukkan betapa Islam hadir bersama cinta, kasih sayang, dan kedamaian serta mengajarkan untuk menyebarkan kasih sayang kepada sesama manusia.

Oleh karena itu, berkaitan dengan terbitnya film FITNA yang sangat meresahkan umat Islam dan juga memperburuk hubungan antar umat beragama di dunia ini, kami dari FORUM MAHASISWA MUSLIM INDONESIA DI TAIWAN (FORMMIT) memberikan pernyataan sikap

  1. Menyesalkan dan mengutuk keras terbitnya film FITNA yang cukup meresahkan dan memperburuk citra umat Islam tersebut
  2. Meminta kepada seluruh Negara-negara di dunia untuk tidak menayangkan atau menyebarkan film FITNA untuk mencegah potensi konflik yang mungkin timbul
  3. Menuntut Saudara Geert Wilders dan Saudara Ayaan Hirsi Ali sebagai pembuat film tersebut untuk menarik film FITNA dari peredaran dan memberikan permohonan maaf secara resmi kepada umat Islam di seluruh dunia
  4. Menghimbau peran aktif dari pemerintah Indonesia, baik yang bersifat nasional maupun internasional, dalam mengurangi dampak negatif yang ditimbulkan oleh film FITNA sesuai dengan peran strategis yang dimilikinya
  5. Menghimbau umat Islam di seluruh dunia, khususnya di Indonesia, untuk tidak terpancing oleh provokasi maupun ulah-ulah pihak yang tidak bertanggung jawab yang ingin memojokkan umat Islam serta tetap berpikir jernih dan menggunakan cara-cara damai untuk menyelesaikan masalah ini.

Semoga solusi terbaik akan hadir untuk kebaikan umat Islam dan juga untuk eratnya hubungan antar umat beragama di dunia.

Taiwan, 1 April 2008
Atas nama Forum Mahasiswa Muslim Indonesia di Taiwan

Setyabudi Indartono
(Ketua Umum)

Pemilihan Presiden Taiwan

Saturday, March 22nd, 2008

Coba mbuat analisis politik ah… :)

Hari ini merupakan tanggal yang penting bagi rakyat Taiwan. Mereka sedang melakukan pemilihan presiden untuk masa bakti 4 tahun mendatang. 2 orang calon presiden, Frank Chang-ting Hsieh dari partai berkuasa DPP dan Ma Ying-jeou dari partai oposisi KMT akan bertarung untuk menggantikan Chen Shui-bien yang telah 8 tahun menjadi presiden.

Menurut prediksi dan polling yang beredar, Ma dari partai oposisi akan memenangi pilpres kali ini. Jika terjadi, maka kemenangan Ma akan melengkapi kemenangan KMT pada pemilihan parlemen Januari lalu. Sekaligus akan mengembalikan kekuasaan partai KMT di Taiwan yang sempat direbut oleh DPP sejak tahun 2000 lalu.

Referendum dengan opsi: gabung ke PBB dengan nama Taiwan atau Republic of China juga dilaksanakan bareng pada pemilihan presiden Taiwan kali ini. Namun banyak pihak menyakini, referendum itu akan sedikit diminati oleh para pemilih.

Bagi saya sebagai mahasiswa asing yang studi di Taiwan, pemilihan ini merupakan hal yang menarik. Menarik karena saya ingin tahu: calon presiden mana yang akan memungkinan Taiwan diserang sama Cina? Atau paling tidak, siapa yang akan membuat Taiwan di-Tibet-kan oleh Cina?

Kalo misal hasil pemilihannya adalah Frank dari DPP yang menang, kemudian hasil referendumnya: gabung ke PBB dengan nama Taiwan, maka mungkin perang benar akan terjadi. Apalagi kalo misal Olimpiade Beijing 2008 gagal dilaksanakan karena banyak negara yang memboikot, maka Cina benar-benar bisa menggila dan menggasak Taiwan. Tapi kemungkinan itu kecil kok, hehe…. :D

Oh ya di kampus NTUST sendiri hari ini tampak sepi karena banyak mahasiswa yang pulang kampung untuk ikut memilih presiden. Namun ada juga mahasiswa yang apatis dengan pemilihan presiden kali ini. Seorang teman lab saya bilang: “Siapapun presidennya, tidak akan membuat hidupnya jadi lebih baik” sehingga dia memutuskan untuk tetap di Taipei dan tidak pulang kampung.

Yah…. itukan memang hak politik masing-masing individu yang tidak bisa dipaksakan…. Toh tidak memilih pun merupakan suatu pilihan juga kan? :)

Satu Harapan Terwujud

Thursday, March 20th, 2008

tifa.jpgSatu dari beberapa harapanku di tahun 2008 telah terwujud. Indonesian Culture Exhibition (ICE) 2008 telah usai dilaksanakan tepat seminggu lalu dan alhamdulillah ada yang bilang: ‘ICE 2008 sukses’. Berikut adalah sekilas cerita tentang ICE 2008.

ICE merupakan kegiatan kebudayaan tahunan yang dilaksanakan oleh mahasiswa Indonesia yang tergabung dalam NTUST-ISA (Indonesian Student Association). Sebuah organisasi semacam PPI yang khusus buat mahasiswa Indonesia di NTUST saja. Jumlah anggota ISA yang lumayan besar (sekitar 70 an) merupakan modal paling berharga dalam mensukseskan ICE tahun ini.

ICE 2008 yang terdiri dari pemutaran film Indonesia, workshop angklung & sajojo, pameran kebudayaan, makan klepon gratis dan pertunjukan kesenian tradisional mendapatkan dukungan penuh dari pihak kampus NTUST dan pihak kedutaan Indonesia di Taiwan. Dikomandani oleh Mr Wijono, ICE 2008 kiranya telah mencatatkan sejarah di NTUST sebagai kegiatan budaya yang paling besar.

angklung.jpgDekorasi dari pamerannya berkelas, MC pertunjukannya profesional, publikasinya heboh, pengisi acaranya luar biasa. Itu semua hebatnya dilakukan oleh mahasiswa Indonesia sendiri. Benar-benar dahsyat :) Semua mahasiswa Indonesia terlibat, mulai dari mahasiswa S1 sampai Post-doc. Mulai dari yang masih bujang sampai yang berkeluarga. Mulai dari yang super sibuk sampai yang sok sibuk, pokok semuanya deh…. :)

Pendek kata, ICE 2008 sukses dalam mengkonsolidasi mahasiswa Indonesia di NTUST dan kampus sekitarnya, sukses dalam melibatkan mahasiswa lokal Taiwan untuk pertukaran budaya, sukses menjaring ratusan pengunjung, dan sukses menghadirkan presiden NTUST Prof Chen untuk memukul TIFA sebagai pertanda dibukanya ICE 2008. Wis pokok senang banget lha…. :)

Oh ya, ICE 2008 juga turut serta mensukseskan program Visit Indonesia 2008. Banyak gambar, video, dan logo Visit Indonesia 2008 yang terpampang selama acara ICE 2008 berlangsung. Dan puncaknya adalah memberikan tiket gratis pulang pergi Taipei-Bali untuk satu orang mahasiswa lokal Taiwan.

Kuliah Bersama Pizza Hut

Friday, January 11th, 2008

Kuliah sambil diselingi cerita inspiratif, itu sudah biasa. Apalagi kuliah sambil ngantuk-ngantuk, itu ada dimana-mana, hehe… Tapi kalo kuliah didahului oleh makan-makan, itu baru kutemukan kemaren. Pizza hut lagi menunya…

Ya itulah yang aku alami kemaren. Kuliah pengganti dilakukan malam hari dan mahasiswa dilarang untuk makan malam duluan. Karena Profesornya akan menyediakan pizza hut. Gak tanggung-tanggung, ada 12 pak lagi… Padahal jumlah mahasiswanya hanya 20 orang. Jadi secara matematis, tiap mahasiswa bisa makan setengah pak pizza, gratis lagi…

Uenak tenan…. Sewaktu makan Profesornya sempat bercanda, if you eat more, so i have more expectation to you in final exam…

Kalo di Indonesia pernah gak mengikuti kuliah yang didahui oleh makan-makan?

Kayaknya itu perlu ditradisikan deh, haha… Supaya mahasiswa tidak terlalu tegang dalam menghadapi persiapan ujian. Karena sambil makan bisa sambil ngobrol dan bercanda sama Profesornya. Selayaknya teman sejawat gitu…

Dan kayaknya mahasiswa akan menjadi lebih terpacu untuk belajar, karena kalo ujiannya jelek kawatir diminta ganti uang sama Profesornya, haha….