Archive for June, 2006

Hua Tian Cuo

Wednesday, June 28th, 2006
(Gambar diambil dari d8zone.com)
Lagu mantap yg satu ini dinyanyikan oleh ??? (pinyin & baca: Wang Li Hong) atau di Indonesia lebih dikenal dengan Wang Leehom. Judulnya adl ??? (pinyin: Hua Tian Cuo, baca: Hua Thien Chuo). Di lagu ini teknik suara meliuk-liuknya Leehom ditunjukkan dengan sangat mantap!

Mau download lagu ini klik di sini. Kalau ingin mencari sendiri lagu ini di MP3'nya Baidu (info tambahan lihat Download MP3 di Baidu), caranya masuk ke situs itu lalu copy paste text ini: ??? ???, dan cari. Coba tebak hasil search'nya ada brp?... 1 lagu, 2 lagu, atau 10 lagu?... Hasilnya ada 140 link yg semuanya menunjuk lagu yg sama! Lagunya tersedia dalam berbagai format mulai dari mp3, wma, hingga ekstensi yg tidak kukenal spt 3gp pun ada. Ukuran lagu mau besar atau kecil juga tersedia. Link yg kusediakan di atas hanyalah 1 di antara 140 link2 lagu tsb. Jadi kalau pembaca ada yg kurang puas dgn link lagu yg kukasih, silakan cari sendiri oke!

Mau cari lagu Mandarin lain yg juga mantap abis? Silakan dibaca di post'ku sebelumnya berjudul Superwoman.

Oke, selanjutnya kuberikan teksnya yg ditulis dgn Pinyin (spellingnya Mandarin). Cara bacanya tidak bisa dibaca mentah2 spt membaca kata2 Indonesia karena bacanya jadi berbeda dengan aslinya. Kalau ada pembaca yg penasaran bagaimana cara membaca pinyin Mandarin, silakan kasih komentar oke!

Teks lagu dlm huruf Mandarin silakan klik sini. Pinyinnya ada di bawah.

------------------------------------------------------------------------

Wang Li Hong - Hua Tian Cuo

ye hao shen le zhi chuang li zenme liang zhe
na bushi cheye denghou ni wei wo dian de zhu huo
buguo shi yici xiehou hong lou na yi chang meng
wo de shanshui quanbu tuise xiang bei dayu xi guo

bei zhong jingse guimei wo wang le wo shi shei
xinqing jiu xiang ye liang ru shui
shou li wo zhe hudie bei danfei bu zui bu gui

hua tian li fan le cuo
shuohao poxiao qian wangdiao
hua tian li fan le cuo
yongbao biancheng le jian'ao
hua tian li fan le cuo
fancuo xiang milian jinghuashuiyue de wuliao
hua tian li fan le cuo
qing yuanliang wo duoqing de darao

zui zenme hui he zui mei yinwei ni de mei
ai congcong yipie buguo dianzhui
fei kan daxue fen fei que zai ye zhao bu hui
bei bai xue fugai naxie qingcui

dangshi kong chengwei yongyou ni weiyi tiaojian wo you zui
hupo se de yue jie le shuang de lei wo hui jide zhe duan suiyue

hua tian li fan le cuo
shuohao poxiao qian wangdiao
hua tian li fan le cuo
yongbao biancheng le jian'ao
hua tian li fan le cuo
fancuo xiang milian jinghuashuiyue de wuliao
hua tian li fan le cuo
qing yuanliang wo duoqing de darao

wo de shanshui quanbu tui le se
duoqing de darao qing yuanliang wo
bushi cheye wei wo dian de huo
(zai na hua tian zai na hua tian) zai na hua tian li wo fan le cuo

wo de shanshui quanbu tui le se
duoqing de darao qing yuanliang wo
bushi cheye wei wo dian de huo
(zai na hua tian zai na hua tian) zai na hua tian li wo fan le cuo

hua tian li fan le cuo
shuohao poxiao qian wangdiao
hua tian li fan le cuo
yongbao biancheng le jian'ao
hua tian li fan le cuo
fancuo xiang milian jinghuashuiyue de wuliao
hua tian li fan le cuo
qing yuanliang wo duoqing de darao

------------------------------------------------------------------------

Black June

Wednesday, June 7th, 2006

Di Tiongkok dikenal istilah ???? (heise liu yue, Black June, atau Juni gelap). Pada bulan Juni, tes masuk perguruan tinggi (selanjutnya disingkat PT) di Tiongkok diadakan secara serentak. Para calon mahasiswa yang ingin memasuki PT favoritnya dan yg diidamkannya harus mengikuti tes ini. Kalau di Indonesia, hal ini seperti UMPTN.

Loh Juni gelapnya mana? UMPTN Tiongkok itulah yg mrpk Juni gelap! Ada alasan yg sangat masuk akal knp bisa diberikan istilah spt itu. Tidak spt di Indonesia, untuk masuk PT Tiongkok susahnya setengah mati. Untuk tahun ini saja, terdapat sekitar 9,5 juta calon mhs yg mengikutinya, dan yg bisa diterima oleh PT hanyalah sekitar 2,5 - 3 juta! Sederhananya, dari 3 org yg mengikuti tes, hanya diterima 1 saja.

Terbayang tidak betapa ketatnya persaingan di Tiongkok hanya untuk masuk tingkat S1. Karena itu, semua calon mhs Tiongkok belajar begitu serius. Suasana keluarga yg biasanya ramai bisa jadi muram gara2 stresnya si anak yg ikut tes. Para orang tua tidak ketinggalan ikut stres, bahkan bisa lebih stres dari anaknya. Pada hari anaknya mengikuti ujian, para orang tua bahkan rela izin absen kerja hanya untuk mendampingi anaknya mengikuti tes. Padahal cuma menunggu di luar kelas doang.

Di Tiongkok, org2 yg bisa mencapai S1 dipandang jauh lebih tinggi drpd yg hanya lulus SMA (lagi2 beda jauh dgn Indonesia). Peluang mendapat pekerjaan menjadi jauh lebih tinggi untuk lulusan S1, secarik kertas bertuliskan ijazah S1 begitu mujarab. Status sosial juga meningkat pesat, lulusan SMA saja sangat dianggap remeh dan begitu mudah menjadi gagal dlm hidup. Tidak salah kalau bulan Juni disebut Black June.

Begitu ketatnya persaingan sejak masa sekolah, siang hari setelah pulang sekolah, sangat mudah dijumpai murid2 Tiongkok di kelas2 di dlm sekolah ataupun di perpustakaan, apalagi kalau bukan belajar. Bahkan org Tiongkok begitu heran kayak liat alien ketika tahu bahwa sebagian besar murid2 Indonesia setiap hari tidak pernah belajar, kecuali sehari sebelum ujian, istilah kerennya SKS (Sistem Kebut Semalam).

Ada Apa Dengan Pelajar Indonesia?

Di sekolah2 tempat belajar Mandarin, di mana org2 dari berbagai negara dari semua benua datang untuk belajar, fakta2 tentang karakteristik murid2 setiap negara bisa dibandingkan. Murid2 dari negara maju semacam Amerika, Prancis, Jepang ada, dari negara berkembang spt Indonesia, Thailand, Arab juga ada. Sudah menjadi rahasia umum bahwa murid2 Korea dan Jepang begitu rajin dan jago Mandarinnya, dan sudah menjadi rahasia umum juga bahwa kebanyakan murid2 asal Indonesia sering datang (masuk kelas) telat dan bolos. Yg biasanya telat dan bolos ini sudah bisa ditebak betapa jebloknya prestasinya, walaupun ada bbrp yg masih bisa lumayan jago krn ortunya sering ngomong Mandarin. Hebatnya lagi, peringkat bolos murid2 Indonesia menduduki peringkat pertama dari semua negara. Prestasi Indonesia yg luar biasa dan "membanggakan"!

Tentu saja tidak semua pelajar Indonesia bobrok, dan tidak semua pelajar Korea Jepang hebat2. Dari kasus spt ini saja, kita sudah bisa melihat kenapa negara2 maju memang layak maju, dan kenapa negara2 berkembang spt Indonesia layak berjalan di tempat (atau malah mundur??). Kuharap tidak. Bukankah bbrp pebisnis sukses dulunya juga mrpk murid yg malas? Memang citra pelajar Indonesia sudah demikian tercorengnya di mata org luar negeri. Tetapi Indonesia masih mempunyai caranya sendiri untuk maju. Semoga!