Archive for June, 2008

ini memang gila …

Monday, June 30th, 2008
g kebayang hr ini makan 6x sehari wow … pagi roti panggang plus segelas milo (ke-1) jam 12 siang sambil nunggu masak kare ayam bikin roti panggang lagi mentega + coklat +kacang (ke-2) masakan matang …. ya makan lagi donk (ke-3) Ashar bikin roti panggang mentega lagi (ke-4) sambil buat teh susu karena makan malamnya nunggu magrib jam 19.00 Maghrib tiba makan kare ayam + terong (ke-5) Pukul 22.50 makan [...]

2008 Taipei 101 Run Up

Monday, June 23rd, 2008

NTUST Taipei 101 Run Up Team

NTUST 2008 Taipei Run Up Team

Finally I wrote down this story, it has been held one week ago. 2008 Taipei 101 Run Up competition, presented by Taipei 101 and organized by CTTRA (Chinese Taipei Road Running Association). This is an annual international run up competition. This year competition every participant should finish run up on 2046 steps, 390 meters high and 91 floors. Competition categories is divided into three criteria; Professional runner, Self challanges/individual and Group runner.

NTUST participate in this event through their international student. Almost all participant is Indonesian student and one Indian student. We depart at 7 from our school to attend medical check up before competition begin. I got queuing number 253 and my shoulder number is 035 among 1500 participants.

Finally the result shown in official website, this year winner was Thomas Dold from Germany in 11 minutes. I got 22 minutes 48 seconds in 274th rank. This is my first experience in run up competition, frankly speaking… i love it. Next year i should participate again in this competition… and become a champion … wkakakaka (dream mode : on) :p

Related Articles :

nRa in Taipei 101 Run UpnRa in Taipei 101 Run Up

Wisuda lagi

Friday, June 20th, 2008

Lagi? emang kapan wisudanya? … hehehe :p . Masih ingat dengan cerita wisuda Bu Yuhana di NTU? klo udah lupa monggo dibaca lagi (promosi). Sabtu kemaren kebetulan yang wisuda adalah kampus saya NTUST. Ada 26 orang anggota NTUST-ISA yang diwisuda saat itu. Sayang sekali saya tidak dapat mengabadikan momen berharga ini bersama mereka semua. Maap yah teman2, kemaren lagi ada keperluan… jadi datangnya telat. Waktu nyampe didepan udah pada buyar semua.

Tapi tenang, masih ada sedikit oleh2 tentang perayaan wisuda di NTUST. Selain jadi fotografer pribadinya mbak Iin ) saya juga sempat mengambil beberapa bagian dari parade wisudawan saat keliling kampus. Konsep wisuda yang diagendakan tidak terlalu meriah, bahkan boleh dibilang jauh dari kemewahan. Ada suatu kesan yang unik dari acara wisuda kali ini. EO nya mengambil tema N-Man alias NTUST man, pake tokoh sinchan yang dipasang topeng NTUST ) . EO memberikan suatu acara wisuda yang terkonsep, klo para wisudawan care dengan keadaan sekitar… bisa dijumpai banyak papan bergambar yang menceritakan berbagai kegiatan atau perjalanan waktu dari seorang mahasiswa hingga mendapatkan ijazah NTUST.

SELAMAT WISUDA BUAT TEMAN-TEMAN NTUST-ISA

*maap foto2nya belum bisa diupload, server lab on trouble )

Pay It Forward

Tuesday, June 17th, 2008

source : milist
Pay It Forward adalah sebuah film drama Hollywood yang diproduksi pada tahun 2000. Film yang disutradarai oleh Mimi Leder itu mengisahkan tentang sebuah ide sederhana dari seorang anak kecil berusia 11 tahun, Trevor. Bocah kecil ini hidup bersama ibunya, Arlene, seorang pemabuk dan single parent.
 
Kisah film tersebut berawal pada saat seorang guru ilmu sosial di sekolah Trevor memberikan sebuah tugas. Sang guru, Mr. Simonet, meminta para murid memikirkan sebuah ide yang dapat mengubah dunia. Para murid juga diminta untuk mewujudkan idenya ke dalam tindakan nyata.
 
Pada saat itulah Trevor mencetuskan ide Pay It Forward atau bayar dimuka. Inti dari ide Trevor adalah ia hanya perlu menolong tiga orang. Pertolongan itu harus dalam bentuk yang nyata dan tidak bisa dilakukan oleh orang yang akan ditolong itu. Setiap orang yang telah ditolong harus menolong tiga orang lain, begitu seterusnya.
 
Trevor memutuskan bahwa tiga orang yang akan menjadi bahan eksperimen adalah seorang pemuda gembel pecandu narkoba bernama Jerry, Mr. Simonet yang masih hidup membujang, dan seorang teman sekelas yang selalu diganggu oleh sekelompok anak-anak nakal bernama Adam
Trevor melihat bahwa Ibunya sangat kesepian, tidak punya teman untuk berbagi rasa, telah menjadi pecandu minuman keras. Trevor berusaha menghentikan kecanduan ibunya dengan cara rajin mengosongkan isi botol minuman keras yang ada dirumah mereka, Trevor juga mengatur rencana supaya ibunya bisa berkencan dengan guru sekolah Trevor, Mr Simonet yang memberinya tugas itu.
 
Ide Trevor mulai berjalan. Jerry dibantu oleh Trevor dengan cara membelikan baju, sepatu dan perlengkapan lain untuk modal bekerja serta meyadarkannya agar tidak terlibat narkoba. Uang itu diambil dari tabungan Trevor. Ketika Jerry berucap tarima casi kepada Trevor, maka Treveor hanya menjawab ‘Pay It Forward”.
 
Jerry kemudian membantu memperbaiki mobil Ibunya Trevor yang rusak tanpa diminta. Sang ibu melihat perhatian si anak yang begitu besar menjadi terharu, saat sang Ibu mengucapkan terima kasih, Trevor menjawab “Pay It Forward”

Ibu Trevor yang terkesan dengan yang dilakukan Trevor, terdorong untuk meneruskan kebaikan yang telah diterimanya itu dengan pergi ke rumah ibunya (nenek si Trevor), hubungan mereka telah rusak selama bertahun-tahun dan mereka tidak pernah bertegur sapa, kehadiran sang putri untuk meminta maaf dan memperbaiki hubungan diantara mereka membuat nenek Trevor begitu terharu, saat nenek Trevor mengucapkan terima kasih, dan dibalas dengan ucapan: “Pay It Forward
 
Sang nenek yang begitu bahagia karena putrinya mau memaafkan dan menerima dirinya kembali, meneruskan kebaikan tersebut dengan menolong seorang pemuda yang sedang ketakutan karena dikejar polisi untuk bersembunyi di mobil si nenek, ketika pemuda itu sudah aman, si pemuda mengucapkan terima kasih, si nenek menjawab dengan kata-kata : “Pay It Forward”.

Si pemuda yang terkesan dengan kebaikan si nenek, terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan nomor antriannya di rumah sakit kepada seorang gadis kecil yang sakit parah untuk lebih dulu mendapatkan perawatan, ayah si gadis kecil begitu berterima kasih kepada si pemuda ini, dan dijawab oleh pemuda itu dengan ucapan : “Pay It Forward”
 
Ayah si gadis kecil yang ternyata konglomerat terkesan dengan kebaikan si pemuda. Orang kaya itupun terdorong meneruskan kebaikan tersebut dengan memberikan mobilnya kepada seorang wartawan TV yang mobilnya mogok pada saat sedang meliput suatu acara. Saat si wartawan berterima kasih karena mendapat rezeki nomplok berupa mobil Jaguar, ayah si gadis menjawab: “Pay It Forward”
 
Sang wartawan yang begitu terkesan terhadap kebaikan ayah si gadis bertekad untuk mencari tau dari mana asal muasalnya istilah “Pay It Forward” tersebut. Naluri Jurnalistiknya mendorong dia menelusuri mundur untuk mencari informasi mulai dari ayah si gadis, pemuda yang memberi antrian nomor rumah sakit, nenek yang memberikan melindungi pemuda, Ibunya Trevor yang memaafkan nenek Trevor, sampai kepada si Trevor yang mempunyai ide tersebut. Dengan bantuan sang wartawan, Trevorpun muncul di televisi.
Namun umur Trevor sangat singkat, dia ditusuk pisau saat akan menolong teman sekolahnya, Adam, yang selalu diganggu oleh para berandalan. Selesai pemakaman Trevor, betapa terkejutnya sang ibu melihat ribuan orang tidak henti-hentinya datang dan berkumpul di halaman rumahnya sambil meletakkan bunga dan menyalakan lilin tanda ikut berduka cita terhadap kematian Trevor. Trevor sendiripun sampai akhir hayatnya tidak pernah menyadari dampak yang diberikan kepada banyak orang hanya dengan melakukan kebaikan kepada orang lain.
 
Menurut saya, walau Trevor meninggal dalam usia yang sangat muda. Itu jauh lebih baik dibandingkan dengan orang tua yang meninggal namun tidak meninggalkan inspirasi apa-apa. Trevor memang pergi terlalu cepat namun ia telah mampu menginspirasi banyak orang dan mampu membuat perubahan yang berarti.
 
Dengan kondisi Indonesia yang sedang carut marut, angka kemiskinan yang meningkat, pengangguran yang tak pernah berkurang, orang-orang yang bingung memasukan anaknya untuk sekolah karena biaya yang melangit bahkan di beberapa daerah ada yang terkena busung lapar, Gerakan Pay It Forward menurut saya salah saru alternatif yang bisa ditawarkan.
 
Lakukan gerakan “Pay It Forward” dimulai dari Anda sekarang juga. Hasilnya? Biarkan puluhan ribu orang, karangan bunga, dan generasi berikutnya mengenang Anda ketika nanti saatnya tiba. Dan yang paling penting, Tuhan-pun bangga dengan Anda.
 
Manusia yang terbaik adalah yang paling banyak membaca, paling bertakwa, paling sering beramar ma’ruf nahi munkar, dan paling gemar menjalin hubungan silaturahmi. ” (Muhammad SAW).

Ujian berakir

Monday, June 16th, 2008

Alhamdulliah ..hari ini adalah ujian terakir disemester ini,,sayangnya aku masih ada 2 mata kuliah yang harus aku ambil smemster depan,,,,sebuah perjuangan nih,,,

SEmeester ini aku ambil cuma 3 mata kuliah : experimental design, Advance Thermodynamic and Microbiology…Mudah2an, Ketiganya bisa lulus dan mendapatkan nilai yang bagus, sehingga beasiswa tahun depan bisa diperpanjang..amien…Makasih juga buat orang tua,dinda,saudara dan teman2 semuanya yang sudah mendoakan supaya bisa lancar dan diberikan kemudahan oleh Alloh dalam segala urusan..semoga doa kalian semua dapat dikabulkan..Amien..Sekarang masih harus berjuang mengerjakan  thesis suapay bisa dapat izin pulang ke indonesia pada summer break ini…..Cai Yoooo….

HuAliaN

Monday, June 16th, 2008

Ada apa dengan hualian?…itulah pertanyaan yang ada dibenakku,,,Akirnya kuputuskan untuk ikut tour yang diselenggarakan NTUST-ISA. Sebenarnya tour ini sudah lama banget, karena sibuk ujian dan presentasi, akirnya baru smepat nulis sekarang..gak papa telat daripada gak nulis…Kebetulan juga bayarnya murah banget, Hanya 200 NTD aja, sudah termasuk sarapan pagi dan maem siang. Walaupun waktu itu hari seninnya aku harus presentasim, tapi aku pikir akan lebih baik pergi dengan teman2 yang lain,,rame-reme…..kita kumpul jam 5 pagi didepan perpustaakan kami…sekitar 42 orang yang ikut, Tapi sayang bus yang kami tumpangi hanya muat untuk 40 orang, dan setelah melobi sopirnya, ternyata kami gak berhasil..dengan sangat terpaksa 2 diantara kami harus merelakan untuk tidak ikut dalam tour ini

kurang lebih 4 jam perjalan yang kami tempuh, dengan jalan yang berkelok2, keluar masuk terowongan …dalam hati hebata banget ya taiwan nih..masak bukit dibelah diwahnya lalu dibuatkan terowongan dibawahnya..sungguh suatu pekerjaan besar pada saat itu, tapi ini sangatlah effisien dan menyingkat banyak waktu, daripada harus menaiki dan mngitari berpuluh2 bukit disana, dalam perjalanan yang panjang itu, teman kami ada yang kebelet ke kamar mandi, tapi apa mau dikata, kita tidak bisa berhenti disembarang tempat…karena jalan yang kami lalui adalah bukit..

Sekitar pukul 9.15 kami sampai di taroko national park. Disini kita bisa melihat2 indhanya pemandangan pegununghan, dengan teping yang menjulang tinggi dikanan kiri jalan yang kami lalui, sebuah pemandangan yang menakjubkan,,inilah kuasa sang pencipta, dengan melewati berratus2 tikungan dan terowongan untuk bisa mengitari taroko park ini..pokoknya pemnadangan yang tidak bisa dilupakan deh..

Setelah puas berjalan-jalan disekitar bukit dan kayak kuil yang ada dipuncak bukit, kami istirahat untuk makan siang dan solat dan setelah itu, perjalan kami lanjutkan kembali mengitari taroko park, Kita sampai apada sebuah tempat yang mirip gua, dan banyak kayak stalaktit dan stalakmit yang ada disana, dibawah kami tebing yang menujlam tinggi dan jurang yang curam sekali dibawahnya mengalir sebuah sungai yang cukup deras…subhanalooh, sebuah pemandangan yang tiada tandingnya..Setelah itu kami berencana melanjutkan perjalan ke hulain, yaitu sebuauh pantai yang ada disekitar taroko, kurang lebih 30 menit kami sampai dihualian, pantainya sih gak begitu bagus, masih kalah bagus ama pantai ye luio..apalagi pantai kuta..he..he..pengunjungnya juga gak begitu rame….akirnya kami putuskan jam 5 balik ke taipe, dan sekitar jam 8.20 kami smapai tiba dikampus lagi…sayangnya kantin udah tutup…kamipun cuma makan mie aja…apes deh….

Alhamdulillah udah wisuda .. tapi ….

Sunday, June 15th, 2008
Alhamdulilah kemarin Bapak Bambang, Ibu Erma, Mbak Yuhana, Adik Hendra dan Uda Dedi hadir dalam acara wisuda saya . Betapa gembira tak terkira. Serasa punya keluarga sendiri di Taipei. Terima kasih Bapak Bambang, Ibu Erma, Mbak Yuhana, Adik Hendra dan Uda Dedi. Selamat kepada Mbak Yuhana yang telah mendapat gelar MSc. Semoga ilmunya barokah dan [...]

Wisuda

Sunday, June 8th, 2008

wisuda

Graduation Ceremony (Flickr)

Canon KissDigitalX | EF-S 18-55mm

Ikutan Ibu Yuhana, bikin tulisan tentang wisuda… hehehe ) . Kemaren pagi adalah pengalaman pertama saya melihat upacara wisuda diluar negeri. Emang bukan kampus saya sih, kampus tetangga ) . Kebetulan saya mendapat kehormatan untuk menjadi fotografer Ibu Yuhana dalam acara wisuda Masternya.

Prosesi acara pelepasan mahasiswa alias wisuda mungkin hampir sama dengan proses wisuda di Indonesia. Namun terdapat hal2 mendasar yang menjadi perbedaannya. Kemiripan bisa dilihat, banyak keluarga yang dapat pada saat upacara berlangsung, waktu upacara juga pasti ada sambutan rektor (president, red) , pidato pembukaan dll. Terus dilanjutin dengan pemberian piagam kepada wisudawan dan pengalihan tali ditopi (kanan dipindah kekiri). Terus pakaian wisudanya juga sama ) masih warna hitam…hehe. Berikut ini kita lihat beberapa perbedaannya :

  1. Formalitas : acara wisuda disini tidak terlalu strik, alias tidak terlalu formal. Klo di Indonesia mungkin wisuda menjadi upacara yang sakral, terutama bagi S1. Karena ini berupakan wisuda pertama mereka. Tingkah pola para wisudawan juga unik2 ) … bahkan ada yang hanya pake celana pendek, kaos oblong terus dilapisi dengan Toga.
  2. Yang disalamin rektor gak semua mahasiswa, tapi hanya lulusan doktor dan perwakilan dari lulusan Master dan sarjana. Biar hemat waktu dan tenaga sepertinya )
  3. Peserta wisuda ada yang belum mengikuti ujian defense ) … inilah hebatnya disini. Belum ujian aja udah boleh ngikutin wisuda…hahaha D
  4. Dan yang saya salut adalah kedisiplinan dan ketepatan waktu yang mereka miliki. Dijadwal acara mereka mencantumkan acara akan dimulai pukul 09.00 dan berakhir pukul 11.10. Tepat seperti yang direncanakan, upacara wisuda berlangsung selama 130 menit. Sewaktu saya akan keluar dari tempat upacara wisuda berlangsung, kebetulan liat jam dinding… 11.10 WIT (Waktu Indonesia bagian Taipei). So, amazing… budaya yang patut ditiru.

Oke, mungkin itu aja kenang2an dari saya selama mengikuti upacara wisuda bu Yuhana. Selamat yah Bu, semoga dapat cepat kembali ketanah air. Sabtu depan giliran mbak Iin dan teman2 NTUST yang diwisuda ) , nantikan ulasan berikutnya di Graduation Ceremony of My Campus.

Munarman di Taiwan (2)

Friday, June 6th, 2008
Saya bukanlah orang yang melek hukum. Terlalu rumit bagi saya untuk berinteraksi dengan hukum. Hmm padahal kondisi TKW di Taiwan, setidaknya harus punya (sedikit) ilmu tentang itu. Kepengurusan Formmit (forum mahasiswa muslim di taiwan) periode tahun lalu menutup manis kepengurusan dengan mengadakan Achievement and Advocation Motivation Training. Bapak Munarman menjadi trainer pada acara tesebut. Sebelum hari [...]

Munarman ada di Taiwan ?

Friday, June 6th, 2008
Belakangan santer nama Munarman muncul diberbagai pemberitaan, setelah adanya kasus Monas. Saat ini beliau sedang dicari-cari pihak kepolisian. Ternyata beliau ada di Taiwan. Hmm…. beberapa bulan yang lalu .Aku jadi inget kenangan dengan beliau saat memberikan training advokasi di Taiwan dua bulan yang lalu. Training Advokasi bagi para mahasiswa dan juga pekerja di Taiwan ini, diselenggarakan [...]